Kunjungan Menlu AS Perkuat Kemitraan

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (5/8). Presiden menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang menurutnya akan memperkuat hubungan kedua negara ini. “Saya menghargai kunjungan Yang Mulia ke Indonesia. Kunjungan ini menunjukkan komitmen Amerika untuk memperkuat strategic partnership antara dua negara kita,” kata Presiden membuka sambutannya. Dalam keterangan tertulisnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan, dalam pertemuan itu, P r e s i d e n d a n M e n l u Pompeo membahas berbagai isu, baik isu bilateral, regional, dan global. Isu pertama adalah mengenai strategic partnership antara Indonesia dan AS yang dibangun sejak 2015. “Tugas kita adalah mengisi strategic partnership tersebut dengan kerja sama konkret yang menguntungkan kedua negara. Tentunya diperlukan trust dan rasa saling menghormati,” lanjut Presiden. Isu kedua yang dibahas adalah mengenai perdagangan.

Presiden meyakini Indonesia dan AS dapat mengembangkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan karena produk-produk yang dihasilkan kedua negara tidak saling berkompetisi, tetapi saling melengkapi. “Kunjungan Menteri Perdagangan Indonesia ke Amerika Serikat minggu lalu menunjukkan kesungguhan Indonesia untuk membangun hubungan dagang yang saling menguntungkan,” ujar Kepala Negara. Isu Perdagangan Terkait isu perdagangan, secara khusus Presiden menyampaikan harapannya agar AS dapat tetap memberikan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) bagi Indonesia. Presiden menuturkan fasilitas GSP merupakan proses yang menguntungkan kedua negara. “Saya mendengar lebih dari 53% impor GSP dari Indonesia adalah barang modal yang dibutuhkan produsen AS,” lanjutnya. Dalam pertemuan itu, P r e s i d e n d i d a m p i n g i Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Duta Besar Indonesia untuk AS Budi Bowoleksono, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Muhammad Anshor. Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga menjelasan tentang ajang Asian Games 2018 kepada Pompeo. Presiden berharap ajang multicabang olahraga itu bisa menjadi salah satu ajang merekatkan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Hal ini juga merupakan salah satu komitmen Indonesia yang mendukung terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea. “Indonesia akan terus memberikan dukungan bagi terciptanya Semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir. Indonesia juga akan menggunakan Asian Games nanti sebagai event yang dapat lebih merekatkan hubungan antara dua Korea,” kata Presiden. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, dalam konteks hubungan kedua negara, Asian Games dapat digunakan sebagai salah satu sarana membangun kepercayaan antara kedua negara.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *