Dinas Kehutanan Hanya Akan Membeli Lahan Bersertifikat

Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan memperketat mekanisme pembelian lahan untuk taman, hutan kota, dan pemakaman. Dinas hanya akan membeli lahan orang yang memiliki sertifikat, baik itu hak milik maupun hak guna bangunan. Mereka tidak akan lagi membeli lahan yang bukti kepemilikannya hanya girik. “Kalau girik ini kan lokasinya enggak jelas dan gimana cara memvalidasinya. Jadi, rentan digugat,” kata Sekretaris Dinas Kehutanan DKI Jakarta Uus Kuswanto kepada Tempo, kemarin. Uus menjelaskan bahwa kebijakan tersebut untuk mencegah agar gugatan tanah seperti di kebun bibit, Srengseng, Jakarta Barat, terjadi lagi.

Seseorang bernama Ali Effendy dan kawan-kawan menggugat lahan kebun bibit milik Dinas seluas 7,4 hektare di sana. Saat ini Dinas terancam kehilangan lahan itu karena pemerintah DKI telat mengajukan permohonan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 13 Desember 2017 yang mengabulkan gugatan Ali. Hakim pengadilan negeri menilai girik milik Ali lebih kuat dibanding girik milik Dinas. Girik Ali dianggap resmi karena tercatat di buku leter C Kelurahan Srengseng. Padahal Ali diduga menggugat Dinas bermodalkan girik palsu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *